Ayu Termakan Rayuan Abdullah Hingga Nasibnya Tragis, Dibunuh Lalu Dibungkus Dalam Karung

Polisi mengungkap motif Abdullah Yahya (31) nekat menghabisi Ayu Carla (27) seorang janda yang menjadi driver ojek online di Pangkalpinang. Abdullah Yahya tertangkap di Sumatera Selatan, setelah diduga membunuh Ayu Carla dan membungkusnya di dalam karung. Pria itu tiba di Bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang sekira jam 12.00 WIB, Sabtu (21/11/2020).

Abdullah yang sempat melarikan diri ke Palembang ini tampak duduk di kursi roda dengan bagian kakinya terlihat tiga perban yang membalut. Satu pada bagian kaki kiri, dan satu pada bagian paha kaki kanan. Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra membeberkan motif pembunuhan terduga mayat di dalam karung ini.

"Motifnya pelaku ini bisa merayu korban, dia berpura pura sebagai karyawan bank. Jadi korban terlena, terayu sehingga ada pendekatan dan pelaku ingin menguasai barang korban," ungkap Adi saat tiba di pintu kedatangan bandara. Dijelaskannya, saat pelaku ingin menguasai barang maka korban sempat berteriak, sehingga pelaku membunuhnya. "Pada saat pembunuhan, besoknya pelaku langsung melarikan diri," kata Adi.

Terkait kaki terduga yang dibalutkan perban, ia menyebutkan hal itu karena pelaku terus berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan sehingga tidak ada pilihan lain (ditembak). Abdullah Yahya (31) didorong menggunakan kursi roda, oleh Anggota Polres Pangkalpinang. Dengan tangan terborgol, kaki kanan dan kiri terbalut perban itu, dia tampak tertunduk. Ia diduga pelaku pembunuh Ayu Carla (29) sudah tiba di Bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Sabtu (21/11/2020) sekitar pukul 11.40 WIB.

Yahya yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuh Ayu, yang sosoknya ditemukan dalam karung, di Penginapan Dewi Residen II Kacangpedang, Kota Pangkalpinang, berhasil berhasil diringkus kepolisian pada (Sabtu (14/11/2020) lalu. Tim Gabungan Polres Pangkalpinang, dibantu Polda Bangka Belitung dan dibackup oleh Polda Sumsel dan Polres Ogan Komering Ilir (OKI), berhasil menangkap Yahya di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (19/11/2020). Setelah ditangkap pelaku langsung di bawa ke Mapolres OKI.

Sebelumnya Yahya sempat kabur dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) itu berhasil ditangkap. Pelaku sempat melarikan diri selama satu minggu, di beberapa wilayah di Sumatera Selatan. Setelah peristiwa pemburuh yang diduga dilakukan oleh Yahya. Kejadian tersebut sempat menghebohkan masyarakat kota Pangkalpinang.

Tim Naga Polres Pangkalpinang yang dipimpin oleh AKP Adi Putra, menjemput Yahya dari OKI, untuk di bawa ke Mapolres Pangkalpinang, Polda Bangka Belitung guna mempertanggungjawabkan pembunuhan yang dilakukannya. Abdullah Yahya (31) terduga pelaku pembunuhan Ayu Carla (27) diperkirakan tiba di Bandara Depati Amir Bangka, Sabtu (21/11/2020) sekitar pukul 11.30 WIB. Yahya dibawa Tim Buser Polres Pangkalpinang yang dikomandoi Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra, dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Yahya ditangkap Buser Polres Pangkalpinang bekerja sama dengan aparat Polres OKI, Sumsel di tempat persembunyian di Desa Pulau Geronggang, Kecamatan Kayu Agung, OKI, Kamis (19/11/2020). Yahya diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan setelah saksi saksi dan barang bukti mengarah padanya. Mayat Ayu Carla ditemukan di dalam karung di belakang penginapan Dewi Residence II Kacangpedang, Sabtu (14/11/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.

Mayat dalam karung pertama kali ditemukan oleh Purtanto seorang penjaga penginapan yang mulanya mencium bau menyengat dari karung berwarna putih. Setelah dibuka ternyata memang benar aroma menyengat dari karung itu berisi mayat. "Saya awalnya mau bersih bersih, lalu ke arah belakang penginapan dan melihat karung," kata Purtanto yang baru empat hari kerja sebagai penjaga penginapan Dewi Residen II di Kacang Pedang, ketika itu. Wajah Putranto terlihat pucat saat menjelaskan kronologi menemukan mayat di dalam karung pukul 09.00 WIB, pagi.

"Saya baru di sini, kemarin saya cuma bersih bersih di area depan saja. Tetapi ketika mau jemur baju tadi di belakang, ada karung. Saya juga tidak mengira itu mayat, karena mencium baunya saya pun membuka isinya," kata Purtanto saat ditemui Bangkapos.com, Sabtu (14/11/2020). Saat itu Purtanto, penjaga penginapan pertama kali melihat sebuah karung dengan bau busuk. Penasaran, dia menyayat sedikit karung tersebut dan melihat bagian kaki yang diduganya dengkul.

Tak lama setelah kabar heboh mayat dalam karung, sejumlah nitizen ramai bergunjing di media sosial. Beberapa di antaranya menyebutkan, terduga pelaku (DPO) bernama Yahya (Abdullah Yahya), asal Sumatera Selatan. Awalnya polisi bungkam soal identitas pelaku. Tapi satu pekan kemudian, Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang,AKP Adi Putra, Kamis (19/11/2020) petang, mengumumkan sebuah nama terduga pelaku, adalah Abdullah Yahya. Satu jam setelah itu diterdeteksi sebuah postingan di laman Facebook Polres OKI yang menyatakan, terduga pelaku berhasil ditangkap di OKI Sumsel.

Saat dihubungi Bangkapos.com melalui telepon, Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI), AKBP Alamsyah Pelupessy memastikan, Abdullah Yahya (31) terduga pelaku pembunuhan Ayu, si mayat dalam karung di Penginapan Dewi Residen II Kacangpedang Pangkalpinang, Sabtu (14/11) lalu, sudah ditangkap, Kamis (19/11/2020). "Untuk informasi lebih lanjutnya langsung hubungi Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang saja, sebab kita dari Polres OKI hanya membackup saja, mereka melakukan penyelidikan dan penangkapan kita bantu," kata Alamsyah kepada Bangkapos.com melalui telephone, Kamis (19/11/2020). Ketika ditanyai seperti apa kronologi penangkapannya, Alamsyah langsung meminta hubungi pihak Polres Pangkalpinang saja untuk memberikan penjelasan. "Mereka (Polres Pangkalpinang red) koordinasi akan ada penangkapan, kita backup, penangkapan kita lakukan bersama sama tapi untuk lebih jelasnya langsung ke Polres Pangkalpinang saja," imbaunya

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra menyatakan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui terduga pelakunya. Pelaku diduga sengaja membunuh korban. Setelah korban dibunuh, pelaku memasukkan korban kedalam karung. “Itu diperkirakan terjadi, Hari Selasa (10/11/2020), diperkirakan dari hasil autopsi. Dari hasil autopsi korban, adanya kekerasan beberapa rusuk korban patah. Korban dalam keadaan tersekap. Artinya korban yang memakai jilbab sehingga lilitan jilbab itu masih melekat,” kata Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra, Kamis (19/11/2020) di Ruang Kerjanya Kantor Polres Pangkalpinang. Menurut Adi, diperkirakan, setelah korban disekap, korban juga diinjak oleh pelaku, di dalam kamar hingga akhirnya korban meninggal dunia. Setelah itu pelaku diduga langsung ke belakang mencari karung dan memasukan korban ke dalam karung.

Dugaan ini diperkuat oleh keterangan para saksi, karena para saksi melihat pelaku masuk ke kamar bersama korban. “Para saksi juga melihat pelaku mengambil karung dan ditunjukan kepada saksi bahwa benar karung tersebut yang diambil pelaku,” jelasnya. Kata Adi, saksi juga melihat pelaku membakar dokumen pribadi korban, berserta dompet guna menghilangkan jejak korban. “Setelah hal tersebut dilakukan oleh pelaku, lalu pelaku meninggalkan Kota Pangkalpinang, guna melarikan diri,” kata Adi. Mendapat bukti dan saksi yang jelas, aparat kepolisian Polres Pangkalpinang, menetapkan seorang tersangka, yang merupakan pelaku pembunuhan menimpa korban bernama Ayu (29), Driver Ojol, Warga Kerabut, Gabek, Pangkalpinang.

“Pelaku yang dijadikan daftar pencarian orang (DPO), bernama Abdullah Yahya (31), Warga Desa Kuta Raya, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Komering Ilir, Sumatera Selatan,” tegas Adi. Anggota Polres Pangkalpinang, terus mengejar pelaku tersebut, hingga hari ini. Pelaku juga sudah mengambil sepeda motor milik korban, yaitu Motor Honda Beat Pop warna hitam list kuning Nomor Polisi BN 4578 PC. Motor ini dipastikan dirampas oleh pelaku. “Motor tersebut ditemukan di Luar Pulau Bangka, sedangkan pelaku sudah berada di OKI,” katanya. Mendapatkan informasi tersebut, pihak kepolisian membuat dua tim. Tim 1 dipimpin KBO Reskrim Polres Pangkalpinang, Ipda Imam Satriawan dan Katim Aipda Rudi Kyai.

Sedangkan Tim 2 dipimpin Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra, melakukan penyisiran di Wilayah Bangka Belitung, untuk mengetahui jejak yang tertinggal. “Kami sudah mencari pelaku dari tanggal kejadian, Sabtu (14/11/2020) hingga hari ini, Kamis (19/11/2020). Tim Naga Polres Pangkalpinang bekerjasama dengan Tim Jatanras Polda Sumsel dan Buser Polres OKI, membuat tim gabungan, melacak keberadaan pelaku,” katanya. Tujuan membuat tim gabungan, lanjutnya, karena Tim Naga tidak tahu daerah tersebut (OKI Sumsel) dan tidak mudah melacak pelaku. Lokasi pelaku sudah diketahui setelah, melakukan berbagai cara dan upaya. Polisi mendapatkan titik terang, pelaku sudah bergeser dari Kabupaten Komering Ilir (OKI).

“Jadi pelaku sudah keluar dari OKI, tim juga sudah mengamankan motor korban, yang dibawah pelaku. Setelah pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban , siang harinya satu hari setelah kejadian, melakukan pembunuhan pelaku sudah ada di OKI,” katanya. Polisi memastikan motor korban telah digadaikan pelaku kepada pihak lain dan pelaku mengantongi uang sebesar Rp 3 juta, hasil gadai motor itu. “Rencananya pelaku akan pergi ke Pelabuhan Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. dan melanjutkan ke Pulau Jawa, itu informasi kami dapatkan setelah mengamankan barang bukti berupa motor,” jelasnya.

Menurut AKP Adi Putra, sebelum pelaku bergeser ke ke Pelabuhan Bakauheni, Kapolres Pangkalpinang berkoordinasi ke semua pihak, akan memblokir jalur tersebut. Maka ada satu tempat, yang diduga pelaku bersembunyi dan sudah dikepung. “Mudah mudahan kami mendapat pelaku dan besok saya yang akan berangkat, untuk menyisir tempat tersebut. Kami sudah diperintahkan oleh Kapolda Babel, Dirkrimum, Kapolres. Tim kami tidak akan pulang sebelum kami mendapatkan pelaku itu, hidup ataupun mati," tegas Adi.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *